Trend Baru dalam Dunia Kerja Pengawai Tetap Menjadi Pegawai Outsourcing

Trend Baru dalam Dunia Kerja Pengawai Tetap Menjadi Pegawai Outsourcing - Penguna tenaga kerja diberbagai bidang sudah dimulai sejak zaman dahulu. Pada zaman raja Mesir kuno untuk membangun Piramida membutuhkan banyak tenaga kerja yang tidak diketahui secara pasti jumlahnya. Penggunaan tenaga kerja juga berlangsung hingga saat ini.

Di berbagai bidang baik itu bidang industri, pertanian, pemerintahan, pendidikan, kesenian, militer, teknologi, dan banyak lagi semuanya membutuhkan tenaga kerja. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga kita membutuhkan tenaga kerja yaitu tenaga kerja rumah tangga.

Trend Baru dalam Dunia Kerja Pengawai Tetap Menjadi Pegawai Outsourcing
Sumber: Pixabay.com

3 Jenis Tenaga Kerja yang di Dunia Kerja


Secara umum kita mengenal 3 jenis tenaga kerja yaitu:

1. Karyawan Tetap.


Karyawan tetap merupakan karyawan yang berkerja di perusahaan atau lembaga tertentu dengan statusnya yang terdaftar dengan jelas.

Karyawan tetap mendapatkan banyak fasilitas dari perusahaan seperti THR, pelatihan, jenjang karier yang jelas, gaji ke 13, tunjangan, bonus, gaji normal minimal UMR, jaminan kesehatan, pensiun dan banyak lagi.

Untuk memutuskan hubungan kerja dengan karyawan tetap relatif sulit dan perusahaan harus membayarkan sejumlah uang tertentu sebagai pesangon.

2. Karyawan Kontrak.


Karyawan jenis ini merupakan karyawan yang memiliki kesamaan dengan karyawan tetap. Hanya saja karyawan kontrak memiliki batas waktu tertentu misalnya 2, 3, 4 atau 5 tahun. Fasilitas karyawan kontrakan tidak sama dengan fasilitas yang didapatkan karyawan tetap.

3. Karyawan Outsourcing.


Karyawan outsourcing merupakan karyawan yang didapatkan dari perusahaan penyedia jasa tenaga kerja. Perusahaan yang mengunakan jasa karyawan outsourcing tidak lagi memikirkan pelatihan, upah gaji, jenjang karier, tunjangan, asuransi, bonus, pensiun dan lain-lain. Karyawan outsourcing ini mudah sekali diganti di perusahaan.

Mengapa Penggunaan Tenaga Kerja Outsourcing Begitu Populer?

Semakin hari semakin banyak pengeluaran yang dikeluarkan perusahaan untuk menjalankan kegiatan usahanya. Sehingga perusahaan mencoba dan berusaha mengurangi pengeluaran perusahaan. Salah satu cara yang dipilih untuk memangkas pengeluaran perusahaan adalah dengan mengunakan tenaga kerja outsourcing.

Dengan menggunakan tenaga kerja outsourcing perusahaan tidak lagi pusing-pusing memikirkan permasalahan karyawan karena semua permasalahan sudah diatur oleh perusahaan outsourcing.

Saat ini tercatat ada banyak perusahaan yang menyediakan karyawan outsourcing. Selain itu ada banyak perusahaan dan lembaga yang menggunakan tenaga kerja outsourcing.

Meskipun diluar sana selalu ada ada yang berdemo menuntut outsourcing segera dihapuskan dalam dunia kerja tapi tetap saja outsourcing ini semakin populer.


Mengapa penggunaan tenaga kerja outsourcing begitu populer?

Jawabannya karena dengan menggunakan tenaga kerja outsourcing perusahaan sudah menghemat pengeluaran untuk departemen sumber daya manusia atau personalia.

Trend Tenaga Kerja Outsource Bisa Mengancam Keberadaan Karyawan Tetap

Setiap keputusan yang dipilih oleh perusahaan tentunya akan menyebabkan beberapa dampak. Dampak yang diberikan bisa saja besar bisa pula kecil. Termasuk dalam pilihan penggunaan tenaga kerja outsourcing.

Saat ini mungkin perusahaan sudah banyak yang mengganti karyawan tetapnya dengan karyawan outsourcing. Tapi masih banyak pula yang belum menggunakan tenaga kerja outsourcing. Bagi yang belum menggunakan tenaga kerja outsourcing si karyawan tetap masih bisa bersantai-santai dan tidak perlu khawatir akan diberhentikan dari perusahaan.

Namun jika sudah diberlakukan pengguna tenaga kerja outsourcing maka bisa saja karyawan tetap diberhentikan dan digantikan dengan karyawan outsourcing.

Untuk mengatasi ini saatnya kita mulai menyiapkan diri kita masing-masing untuk siap jika sewaktu-waktu kita diberhentikan. Kita harus meningkatkan kemampuan kita. Kita harus lebih unggul, lebih hebat dan bisa diandalkan. Selain itu kita harus siap menjadi entrepreneur atau bekerja dengan membuka usaha sendiri agar tidak terlalu bergantung pada perusahaan.

*)