Strategi Marketing 7P yang Bisa Diterapkan Dibisnis Kuliner

Strategi Marketing 7P yang Bisa Diterapkan Dibisnis Kuliner - Bisnis kuliner bisa dikatakan sebagai bisnis yang tidak pernah ada matinya. Mengapa? Karena bisnis ini merupakan bisnis yang berhubungan dengan perut, sesuatu yang berhubungan dengan perut tidak akan pernah ada habisnya.

Berurusan dengan perut tentunya berurusan dengan makanan, makanan merupakan kebutuhan semua orang didunia. Bahwa makanan atau pangan menjadi kebutuhan primer dalam tingkatan kebutuhan manusia. Sehingga tidak perlu khawatir jika makanan yang kita jual tidak laku.

Strategi Marketing 7P yang Bisa Diterapkan Dibisnis Kuliner
Sumber: Pixabay

Strategi Marketing 7P yang Bisa Diterapkan Dibisnis Kuliner


Banyak orang yang mengira bahwa pemasaran itu hanya sebatas promosi dan jualan saja. Sehingga ada yang mengatakan bahwa orang marketing adalah salesman, padahal bukan. Salesmen hanya unit yang kecil dari pemasaran. Jika dibahas lebih dalam pemasaran atau marketing memiliki definisi yang lebih luas.

Marketing bukan hanya sebatas promosi dan jualan tapi ada pengenalan, distribusi atau penyaluran, penetapan harga didalamnya.Hampir tidak ada perbedaan antara bisnis yang satu dengan bisnis yang lain. Hampir semua bidang bisnis memiliki cara pemasaran yang hampir sama antara yang satu dengan yang lain. Kalau pun ada perbedaan, perbedaannya hanya sedikit dan tidak terlalu banyak. Begitu pula bisnis makanan dan bisnis meubel, kerajinan, kendaraan dan bisnis yang lainnya.

Jangan Lupa Menerapkan 7P Dibisnis Kuliner. Seperti bidang bisnis yang lain, dibisnis kuliner kita juga harus menerapkan 7P. 7P terdiri dari beberapa komponen yaitu:


1. Produk yang Berkualitas


Dalam bisnis kuliner produk yang kita jual adalah makanan. Sudah tidak dibantah lagi bahwa cita rasa makanan akan memberikan dampak untuk kemajuan bisnis kuliner yang kita miliki. Produknya harus berupa makanan yang enak, bagus dilihat dan sesuai dengan harga jualnya.

Bayangkan saja jika harga yang kita tawarkan 30 ribu tapi ketika dimakan seperti makanan dengan harga jual 10 ribu. Tentunya akan membuat pembeli yang datang merasa tidak puas dengan produk yang kita jual.


2. Price - Harga Jual yang Sesuai


Dalam memasang harga makanan yang kita jual kita harus memilih konsumen yang ingin dijadikan target. Konsumen itu terbagi 2 yaitu kelas menengah ke atas dan kelas menengah kebawah. Jika yang menjadi target bisnis adalah kalangan menengah kebawah jangan patok harga yang terlalu tinggi.

Sesuaikan pula dengan lingkungan tempat kita berjualan, jika kita berbisnis kuliner dekat dengan kampus yang kebanyakannya adalah mahasiswa berarti kita kita tidak boleh memasang harga yang tinggi. Kalau memasang harga tinggi nantinya malah tidak banyak yang membelinya.


3. Place - Tempat atau Lokasi Tempat Berjualan


Tempat yang strategis akan mempengaruhi kelangsungan bisnis kuliner yang kita jalankan. Lokasi yang berada di pusat keramaian akan membuat penjualan kita tinggi dan bisa mendapatkan untung yang besar. Namun jika lokasi yang kita pilih berada dilokasi yang orang-orangnya sedikit ini akan membuat bisnis kuliner kita bisa bangkrut karena sepi pembeli.


4. Promosi Bisnis


Untuk promosi sebenarnya ada banyak cara yang bisa kita lakukan, semakin kecil usaha kuliner kita maka semakin mudah dan sederhana. Bentuk promosi yang sederhana misalnya lewat sosial media, blog, selebaran, mengikuti event bazar, jadi sponsor event, diskon, ikut komunitas pengusaha kuliner, dan banyak lagi.

Jangan lupakan bahwa efek “pembicaraan dari mulut kemulut”, karena ini merupakan strategi ampuh dalam bisnis kuliner dan gratis. Semakin banyak yang menceritakan kesan baik ketika makan di restoran milik kita maka semakin banyak orang yang tertarik untuk makan direstoran kita.


5. Poeple - Orang-orangnya atau Manusia


Dalam bisnis kuliner, manusia merupakan faktor penting dalam menentukan kualitas makanan yang dibuat dalam bisnis kuliner. Bukan hanya kualitas makanan, orang yang bekerja juga mempengaruhi baik buruknya pelayanan dan kenyaman orang yang datang ke rumah makan kita. Oleh karena itu pilih orang-orang yang memiliki etika baik, sabar, jujur, kerja keras, ulet, telaten, dan rajin.


6. Physical Evidence - Bukti Fisik Kegiatan Bisnis Kuliner


Agar bisnis kuliner bisa maju, sebaiknya ada bentuk nyatanya. Misalnya bangunan tempat kita menjalankan bisnis kuliner entah itu berupa kantor, restoran, rumah makan dan lain-lainnya. Bangunan yang rapi, bersih, sedap dipandang akan mempengaruhi kelangsungan bisnis kuliner.


7. Proses dari Awal Hingga Akhir


Proses dalam bisnis kuliner bukan hanya terletak pada proses pembuatannya saja. Tetapi mulai dari barang tersebut belum diolah sampai menjadi produk makanan yang dimakan oleh konsumen. Bahan baku yang baik, proses pembuatan yang baik rapi bersih, proses pelayanan kepada konsumen juga mempengaruhi kelangsungan bisnis kuliner. Untuk proses, konsumen suka yang cepat, bersih, rapi dan bisa membuat konsumen merasa nyaman.


Kesimpulannya

Itulah penerapan 7P dalam kegiatan marketing dalam bisnis kuliner yang bisa kamu terapkan. Sebenarnya ini mudah diterapkan dan mungkin sudah kamu terapkan dengan dalam kegiatan bisnis yang kamu jalankan.

*)