Pentingnya Sosial Media untuk Kemajuan Bisnis UKM

Pentingnya Sosial Media untuk Kemajuan Bisnis UKM - Saat ini bisnis yang ingin berkembang bukan saatnya lagi menggunakan cara yang konvensional dan tradisional. Dengan kemajuan terutama dibidang teknologi informasi dan komunikasi kita harus bisa mengintegrasikan kegiatan bisnis dengan teknologi informasi komunikasi salah satunya adalah sosial media.

Pentingnya sosial media bagi bisnis kecil atau UKM sudah terbukti berdasarkan data, realita dan pengalaman yang dirasakan oleh pelaku bisnis itu sendiri. Sosial media begitu penting dikarenakan dengan sosial media kita bisa dengan mudah bisa memperkenal bisnis kita kepada banyak orang tanpa harus bertatap muka dan tidak memerlukan biaya yang mahal.

Bagi yang belum mengetahui apa itu sosial media, secara umum sosial media adalah sebuah media online di internet yang penggunanya bisa saling berbagi, berpartisipasi, saling terhubung antara user sosial media satu dengan yang lain.

Bisnis yang bisa diperkenalkan melalui sosial media bukan hanya jenis tertentu saja, tapi semua bidang bisnis bisa diperkenalkan melalui sosial media. Baik itu bisnis kuliner, fashion, teknologi, elektronik dan bisnis yang lain bisa diperkenalkan melalui sosial media. Bukan hanya bisnis yang skala besar atau mendunia seperti Nike, Adidas, Toyota saja yang bisa diperkenal melalui sosial media tetapi bisnis skala kecil seperti rumah makan kecil juga bisa diperkenalkan melalui sosial media.

Di lingkungan saya sehari-hari banyak juga bisnis kecil UKM yang memanfaatkan sosial media dalam memperkenalkan produk atau brandnya. Salah satu bisnis kenal yang gancar melakukan promosi melalui sosial media adalah Thai Tea. Thai Tea merupakan salah satu bisnis yang bergerak dalam industri minuman teh dalam kemasan yang ada di Bandung. Berkat aksinya yang dilakukan di sosial media khususnya untuk mahasiswa sudah banyak yang mengenal Thai Tea, dan ini berkat sosial media.

Nah itu hanya contoh kasus yang saya angkat yang berasal dari kehidupan kita sehari-hari, sebenarnya masih banyak lagi bisnis-bisnis kecil yang memperkenalkan unit bisnisnya melalui sosial media. Berdasarkan data yang dihasilkan oleh National Small Business Association yang dirilis di situs INC dan <a href="http://www.statista.com" target="_blank" rel="nofollow">Statista</a> pada tahun 2013, menunjukkan bahwa LinkedIn merupakan sosial media yang paling penting untuk bisnis kecil.


Fakta menarik lainnya, ternyata banyak pula bisnis kecil yang tidak memanfaatkan sosial media untuk kegiatan bisnisnya. Terlihat bahwa pendiri bisnis kecil banyak yang menggunakan LinkedIn yang berhasil memperoleh angka 57 persen, jadi hampir sebagian besar pemiliki bisnis menggunakan LinkedIn. Pendiri bisnis menggunakan Facebook 50 persen, jadi sekitar setengahnya pendiri bisnis kecil menggunakan Facebook.

1. 27 persen tidak menggunakan sosial media.
2. 26 persen menggunakan Twitter.
3. 24 persen menggunakan Google Plus.
4. 10 persen menggunakan Blog.
5. 6 persen menggunakan Pinterest.
6. 3 persen menggunakan Wikis.
7. 2 persen menggunakan Foursquare.
8. 2 persen menggunakan Instagram.


Jadi berdasarkan data terlihat jelas bahwa LinkedIn dan Facebook merupakan sosial media yang sering digunakan oleh pebisnis kecil. Berdasarkan data pebisnis kecil memanfaatkan sosial media untuk kepentingan memperluas jaringan bisnis atau business networking.

Tapi berdasarkan trend yang terjadi ditahun 2015 ini, Instagram sudah menjadi sosial media yang populer. Sehingga kepopuleran sosial media Instagram menjadikan banyak pelaku bisnis termasuk business owner yang memanfaatkan Instagram untuk kepentingan bisnisnya. Di Indonesia unit bisnis yang cukup populer di Instagram Indonesia adalah Infia.

Bukan Infia saja yang memanfaatkan sosial media Instagram untuk kepentingan bisnisnya, tetapi banyak lagi business owner yang memanfaatkan Instagram. Instagram banyak digunakan untuk bisnis kuliner, jasa fotografi, dan fashion. Data ini dibuat pada 2013, atau sekitar 2 tahun yang lalu jadi kemungkinan besar akan ada beberapa perubahan dibandingkan data yang sudah saya sampaikan, hanya saja perubahan tersebut tidak akan terlalu jauh meleset.

Setelah datanya dipaparkan, kembali lagi kepada pelaku bisnis itu sendiri apakah akan memanfaatkan sosial media atau tidak. Sebagai pengamat saya sangat menyarankan sekali agar pebisnis memanfaatkan sosial media. Tujuannya agar ada perubahan yang lebih baik atau dampak baik bagi bisnis setelah menggunakan sosial media.

*)